Friday Mar 12

Tak Merasa Dirugikan Pembajakan

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Grup debutan baru di blantika musik tanah air, Numberone, mengaku belum terlalu dirugikan oleh adanya tindak pembajakan musik melalui Internet di Indonesia. Menurut Yuke Sampurna, personil Dewa 19 yang menjadi motor grup ini, yang paling dirugikan adalah grup-grup musik besar yang telah eksis. Sebaliknya, mereka malah merasa diuntungkan. Lho, kok bisa?

"Kalau buat band baru seperti Numberone itu bukan suatu kerugian, buat saya itu salah satu promo. Beda dengan band-band yang sudah lama berkiprah di dunia musik seperti Dewa 19, mereka sudah tidak butuh promosi. Dengan adanya media ini ya salah satunya bentuk promosinya itu. Kalau makin banyak yang bajak berarti makin banyak yang seneng dong, udah ketahuan berapa banyak downloadernya," papar Yuke.

Seperti para musisi yang lain, Yuke berpendapat bahwa pembajakan sangat sulit untuk diberantas, karena telah mengakar begitu kuat di bumi pertiwi. Lalu, apakah mereka benar-benar tak merasa dirugikan? "Agak berkurang sih, tapi liat positifnya aja buat grup band baru ya. Cuman itu tidak terlepas dari keuntungan yang kita dapat, jadi ga ada masalah, toh gue hidup gak dari royalty aja. Dan memang kebiasaan itu (membajak) di Indonesia yang gak bisa dihilangkan. Produk CD dan kaset aja bisa dibajak, apalagi ini (online). Untuk melawan pembajak-pembajak itu kita doain aja biar cepet kaya biar gak bajak lagi," terangnya santai.

Namun demikian, Yuke tetap berpegang pada prinsip bahwa pembajakan sangatlah merugikan, walau dari sesuatu yang negatif itu pasti ada sisi positifnya. (kpl/net)

Comments (0)

Subscribe to this comment's feed

Write comment

You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy

Login

            Forgot login? | Register

Shopping Cart

Your cart is empty
Banner

More Info

BUZ(surabaya)


ILLIYEN (surabaya)

KASAN(jakarta)
Banner
Banner
Share on facebook

Events

Tours

No current events.

Banner
Banner
Banner
Banner