Ucok AKA Berpulang
LAST_UPDATED2 Written by Administrator Thursday, 03 December 2009 09:37
Ucok AKA meninggal dunia, hari kamis, 3 Desember 2009 sekitar jam 5.30 WIB di Surabaya. Pemilik nama asli Andalas Datoe Oloan itu meninggal karena mengidap penyakit kanker paru-paru stadium 4, dan sudah cukup lama menderita penyakit ini.
Seperti yang diketahui, sejak 20 November lalu, Ucok AKA masuk rumah sakit. Dia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Darmo, Surabaya. Kondisi kesehatan sang rocker itu tak kurun menunjukkan tanda-tanda membaik, walaupun berbagai upaya penyembuhan sudah dilakukan.
Tumor ganas yang menggerogoti Ucok baru ketahuan setelah pada 24 Agustus 2009 ia memeriksanakan kesehatan di Laboratorium. Hasil check up lengkap itulah menunjukkan bahwa Ucok menderita tumor ganas pada paru-paru sebelah kanan.
Ucok AKA bisa dikatakan sebagai rocker legendaris Indonesia. Dia merupakan putera seorang apoteker yang juga pemilik Apotik Kali Asin di Surabaya pada dekade ‘60an. Nama apotik inilah yang kemudian disingkat menjadi AKA, nama band yang didirikannya pada tanggal 23 Mei 1967 bersama Peter Wass (bas/vokal), Sonata Tanjung (gitar/biola/vokal) dan Syech Abidin (drums/vokal). Belakangan baru bergabung kemudian pemain bass Arthur Kaunang.
AKA merupakan salah satu band pionir rock cadas tanah air yang sejajar dengan legenda lainnya seperti God Bless, The Rollies, Giant Step. Di awal karirnya AKA kerap membawakan nomor-nomor milik Led Zeppelin, Grand Funk Railroad, Deep Purple dan Jimi Hendrix. Ucok AKA terkenal sebagai vokalis eksentrik dan kerap melakukan aksi panggung teatrikal yang kontroversial. Ia juga merupakan salah seorang pionir shock-rock Indonesia seperti halnya Alice Cooper.
Ketika tampil di Taman Ismail Marzuki pada 9 dan 10 November 1973, Ucok AKA melompati tembok dan memanjat genteng. Tiba-tiba saja ia kembali ke panggung bersama seorang algojo yang terus mencambuki dirinya. Berikutnya ia mengikat kakinya dan menggantung tubuhnya secara terbalik. Sempat pula ia ditusuk pedang dan masuk ke peti mati yang dibawanya ke panggung. Atraksi ini menjadi sangat populer dan disukai para penonton konser pada saat itu.
Sepanjang AKA berdiri mereka telah merilis sembilan album yang di antaranya adalah Do What You Like (1970), Cruel Side of Suez War (1974), Pucuk Kumati (1977) dan Puber Kedua (1979).Di tahun 1975 Ucok membentuk sebuah grup baru bernama Ucok And His Gangs yang memiliki konsep musik dan aksi panggung berbeda dengan AKA karena menyatukan antara pergelaran musik rock, model dan tari-tarian.
Di grup barunya ini Ucok sangat sibuk hingga membuat kawan-kawannya di AKA kemudian memecatnya dari band dan sekaligus mengubah nama band mereka menjadi SAS yang merupakan singkatan dari Sonata Tanjung, Arthur Kaunang dan Syech Abidin. Ucok di tahun 1977 juga sempat membentuk proyek Duo Kribo bersama vokalis God Bless, Ahmad Albar yang kemudian melejitkan hits klasik antara lain “Neraka Jahanam” dan “Panggung Sandiwara”. Bahkan, dia berusaha memiliki penampilan yang berbeda dari yang lain dalam setiap konser. Dengan gaya begitu, Ucok mengaku lebih percaya diri di hadapan banyak orang. ''Saya berprinsip, gaya berbaju atau penampilan di panggung jangan sama dengan penonton. Karena itu, saya sangat heran kalau ada grup band yang tidak memperhatikan penampilannya,'' tegasnya.(net)









