Friday Mar 12

BAND METAL DENGAN 4 AGAMA DAN 4 SUKU

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail


Noxa namanya. Asalnya Indonesia. Ini grup metal pertama dari Asia yang tampil di festival metal dunia di Finlandia. Pendirinya Robin Hutagaol dan Ade Himernio Adnis.Band ini layak dicatat pada Museum Rekor Indonesia dengan dua penghargaan: Sebagai grup musik metal pertama dari Asia [juga Indonesia] yang tampil di festival metal internasional (Tuska Open Air Metal Festival 2008, Helsinki, Finlandia.) dan sebagai grup musik yang seluruh pemainnya berbeda suku dan agama.

 

 

Noxa, dibentuk pada 2002. Personelnya empat orang, semuanya jebolan Universitas Sahid, Jakarta: Oxen [Robin Hutagaol-drum], Ade [Ade Himernio Adnis-gitar], Dipa [Ngakan Nyoman Dipa Biomantara-bass], dan Tony [Tonny Christian Pangemanan-vokal]. Robin dan Ade adalah pendiri Noxa, lalu dua rekan mereka bergabung.

Keempat musisi ini sudah bersahabat lebih dari 10 tahun. Selain pernah kuliah di universitas yang sama, keempatnya berasal dari suku yang berbeda dan memeluk agama yang berbeda pula. Detikcom menulis: Robin sebagai penganut Kristen [suku Batak Toba], Ade pemeluk Islam [Jawa], Dipa beragama Hindu [Bali], dan Tony pemeluk agama Buddha [Sulawesi].

Bila diwawancarai wartawan, mereka sering mengatakan kebencian mereka terhadap korupsi dan prihatin terhadap kemiskinan. Pentolan Noxa, Robin Hutagaol a.k.a Oxen, di situs mereka menyebut dirinya paling membenci “sifat egois, pembohong, dan segala hal-hal buruk”.

 

Mereka telah tampil di Tuska Open Air Metal Festival 2008 di Helsinki, Finlandia, dan mendapat sambutan luar biasa dari 44 ribu penonton. Mereka salah satu dengan partisipan dari 11 negara yang ikut andil dalam acara tersebut, antara lain Nile, Slayer, Killswitch Engage, Job For A Cowboy, Dying Fetus (AS), Dimmu Borgir (Norwegia), Carcass (Inggris), Sonata Arctica, Amon Amarth, Entombed, Kalmah, Dream Evil (Swedia), Mokoma, Kreator (Jerman), Stam1na, Behemoth (Polandia), Primordial (Irlandia), The Sorrow (Austria), Kiuas, Korpiklaani, Ghost Brigade, Discard.

Hadirnya Noxa di festival musik metal tahunan paling anyar itu mendapat dukungan penuh dari Dubes Harry Purwanto dan staf KBRI Helsinki yang hadir langsung ke lokasi. Noxa merupakan grup musik metal pertama dari Asia yang tampil dalam festival di lapangan terbuka selama 3 hari itu. Menurut panitia, publik pecinta musik metal yang membanjiri festival tercatat 44.000 orang dan seluruh tiket sold out.

Partisipasi Noxa menyedot perhatian publik dan media massa setempat, di antaranya Finlandia SK, Helsingin Sanomat, SK Six Degrees, ILKKA, SK Kirkko ja Kaaupunki, Majalah Pop Inferno dan TV YPE kanal 1 milik pemerintah. Selain performanya tak kalah dari grup metal Barat, Melalui Noxa mereka ingin memperlihatkan pada masyarakat dunia bahwa masyarakat dengan suku dan agama berbeda dapat bersatu dan saling memperkuat untuk melawan dunia yang salah dalam satu musik yang dapat membawa semuanya berjalan secara damai.

Lagu Duka untuk Sang Drummer
 
TETAP EKSIS: (kiri: foto Robin). (kanan: noxa akan meneruskan perjuangan Robin)

Sayang kesuksesan NOXA ini tak bisa lama dinikmati oleh Robin, sang drummer. Awal tahun 2009 ini, dia meninggal dunia. Saat bermotor akan menjemput istrinya, Robin ditabrak sebuah mobil Kijang di depan Balai Sudirman. Pelakunya lari.

Teman-temannya lalu bergerak. Promotor Solucites menghimpun pendekar-pendekar band “bawah tanah”. Mereka sepakat menggelar sebuah “reuni”. Hasilnya adalah 35 band bergantian manggung sekitar 12 jam berturut-turut, sejak pagi hingga malam. Hasil penjualan tiket dan cendera mata diniatkan untuk Robin.

Tadinya, semua dana yang terhimpun akan digunakan untuk membantu membiayai operasi. Tapi apa daya, Robin keburu wafat. “Seluruh dana amal akan diserahkan ke keluarga almarhum,” kata Fadil, host acara. Robin bukanlah sembarang orang. Kontribusinya terhadap musik metal berceceran di mana-mana. Selain menggebuk drum untuk Noxa, ia pernah terlibat di Suckerhead. Jaringannya di ranah musik metal menembus batas-batas negara.

Robin juga salah satu pelopor penindik profesional di Indonesia. Ia juga merintis usaha distro dengan label “Ish Kabible”. Ia juga aktif melobi untuk mendatangkan musisimusisi dari luar. Campur tangannya yang terakhir adalah ikut mendatangkan Lamb of God, band metal core asal Amerika Serikat. (net)

Comments (1)

Subscribe to this comment's feed
Selamat Jalan Robin...maju terus noxa!
249
hayo musik (minoritas) indonesia, merangkak lah keluar dari bawah tanah...berteriaklah dengan lantang "Aku berbeda"!!
Komeng , September 30, 2009

Write comment

You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy

Login

            Forgot login? | Register

Shopping Cart

Your cart is empty
Banner

More Info

BUZ(surabaya)


ILLIYEN (surabaya)

KASAN(jakarta)
Banner
Banner
Share on facebook

Events

Tours

No current events.

Banner
Banner
Banner
Banner